Selasa, 23 September 2008
sekilas info
Laporan : H.Erry Budianto

Bandung-Surabayawebs.com

Operator telekomunikasi terkemuka PT.Telkom Tbk, dalam upaya meningkatkan pelayanan dan penegakan citra, selalu menciptakan solusi dan inovasi-inovasi baru. Belum lama ini perusahaan kelas dunia ini menggagas perubahan persepsi masyarakat di tanah air terhadap Game dan para Gamer yang selama ini dipandang sekedar permainan menjadi cabang olahraga baru yang disebut sebagai E-Sport.

Dalam siaran persnya, VP Public & Marketing Communication Telkom, H.Eddy Kurnia, mengatakan, sebanyak 600 Gamer berlaga dalam Speedy Arena Game Competition yang digelar di Blitz Megaplex, pekan lalu.

Gagasan brilian menyelenggarakan Speedy Arena tersebut untuk mendukung dunia Gaming di Indonesia yang semakin hari semakin digemari berbagai kalangan masyarakat. Pada even ini tiodak hanya para Gamer professional yang bertanding tapi juga para gamer pemula dan amatir.

Semua peserta E-Sport, memiliki kesempatan yang sama guna menunjukkan kehebatannya memainkan game dan terbukti prestasi gamer Indonesia cukup disegani di dunia internasional. Terlebih Telkom sangat mendukung gagasan komunitas gamer Indonesia yang ingin memposisikan game sebagai sebuah cabang olahraga baru.

Speedy Arena merupakan yang pertama menakomodasikan keinginan para gamer untuk menjadikan game bukan sekedar hiburan melainkan olahraga. Sehingga para gamer berhak menyandang predikat atlet yaitu atlet E-Sport.

Melalui kegiatan tersebut operator telekomunikasi terkemuka ini ingin menunjukkan bahwa layanan internet kecepatan tinggi Speedy tidak hanya handal dalam mendukung permainan game online tapi juga memiliki banyak content menarik yang bisa diakses para game mania.

Lewat Speedy Arena, Telkom memberikan extreme experience dengan cara yang modern, gampang dan fun. Selain itu Speedy Arena juga menghadirkan team terbaik cabang game yang dewasa ini paling digemari. “Dengan adanya team terbaik itu diharapkan bisa menjadi panutan para gamer lain secara nasional,” ujar Eddy kemudian.

Turnamen memperebutkan The Best Team yang terbagi dalam kelompok berdasarkan cabang game, yaitu Counter Strike, Battlefield 2 dan Call of Duty.

Pada acara tersebut SpeedyTelkom menyediakan booth khusus sebagai klinik Internet untuk memberikan informasi seputar internet dan layanan-layanan yang dimiliki. Selain itu digelar juga forum gathering gamer yang dihadiri oleh komunitas gamer se tanah air.

Label:

posted by movistar_210204 @ 9/23/2008 09:10:00 PM   0 comments
zakat
1. Diriwayatkan dari Ibnu Umar t.ia berkata : Rasulullah telah mewajibkan zakat fithrah dari bulan Ramadhan satu sha’ dari kurma, atau satu sha’ dari sya’iir. atas seorang hamba, seorang merdeka, laki-laki, wanita, anak kecil dan orang dewasa dari kaum muslilmin. ( H.R : Al-Bukhary dan Muslim )
2. Diriwayatkan dari Umar bin Nafi’ dari ayahnya dari Ibnu Umar ia berkata ; Rasulullah telah mewajibkan zakat fithrah satu sha’ dari kurma atau satu sha’ dari sya’iir atas seorang hamba, merdeka, laki-laki, wanita, anak kecil dan orang dewasa dari kaum muslimin dan beliau memerintahkan agar di tunaikan / dikeluarkan sebelum manusia keluar untuk shalat ‘ied. ( H. R : Al-Bukhary, Abu Daud dan Nasa’i)
3. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra. ia berkata : Rasulullah saw telah memfardhukan zakat fithrah untuk membersihkan orang yang shaum dari perbuatan sia-sia dan dari perkataan keji dan untuk memberi makan orang miskin. Barang siapa yang mengeluarkannya sebelum shalat, maka ia berarti zakat yang di terima dan barang siapa yang mengeluarkannya sesudah shalat ‘ied, maka itu berarti shadaqah seperti shadaqah biasa ( bukan zakat fithrah ). ( H.R : Abu Daud, Ibnu Majah dan Daaruquthni )
4. Diriwayatkan dari Hisyam bin urwah dari ayahnya dari Abu Hurairah ra. dari Nabi saw. bersabda : Tangan di atas ( memberi dan menolong ) lebih baik daripada tangan di bawah ( meminta-minta ), mulailah orang yang menjadi tanggunganmu ( keluarga dll ) dan sebaik-baik shadaqah adalah yang di keluarkan dari kelebihan kekayaan ( yang di perlukan oleh keluarga ) (H.R : Al-Bukhary dan Ahmad)
5. Diriwayatkan dari Ibnu Umar ra. ia berkata : Rasulullah sw. memerintahkan untuk mengeluarkan zakat fithrah unutk anak kecil, orang dewasa, orang merdeka dan hamba sahaya dari orang yang kamu sediakan makanan mereka (tanggunganmu ). (H.R : Daaruquthni, hadits hasan )
6. Artinya : Diriwayatkan dari Nafi’ t. berkata : Adalah Ibnu Umar menyerahkan (zakat fithrah ) kepada mereka yang menerimanya ( panitia penerima zakat fithrah / amil ) dan mereka ( para sahabat ) menyerahkan zakat fithrah sehari atau dua hari sebelum ‘iedil fitri. (H.R.Al-Bukhary )
7. Diriwayatkan dari Nafi’ : Bahwa sesungguhnya Abdullah bin Umar menyuruh orang mengeluarkan zakat fithrah kepada petugas yang kepadanya zakat fithrah di kumpulkan (amil) dua hari atau tiga hari sebelum hari raya fitri. (H.R: Malik)KESIMPULAN
Hadits-hadits tersebut di atas memberi pelajaran kepada kita bahwa :
1 Wajib bagi tiap kaum muslimin untuk mengeluarkan zakat fithrah untuk dirinya , keluarganya dan orang lain yang menjadi tanggungannya baik orang dewasa, anak kecil, laki-laki maupun wanita. ( dalil : 1,2 dan 5 )
2. Yang wajib mengeluarkan zakat fithrah adalah yang mempunyai kelebihan dari keperluan untuk dirinya dan keluarganya. ( dalil : 4 )
3. Sasaran zakat fithrah adalah dibagikan kepada kaum miskin dari kalangan kaum muslimin. ( dalil : 3 )
4. Zakat fithrah dikeluarkan dari makanan pokok ( di negeri kita adalah beras ) sebanyak lebih kurang 3,1 liter untuk seorang. ( dalil : 1 dan 2 )

Cara menyerahkan zakat fithrah adalah sebagai berikut :
a. Bila diserahkan langsung kepada yang berhak ( fakir miskin muslim ) waktu penyerahannya adalah sebelum shalat ‘ied yakni malam hari raya atau setelah shalat Shubuh sebelum shalat ‘iedul fitri. ( dalil : 2 dan 3 )
b. Bila diserahkan kepada amil zakat fithrah ( orang yang bertugas mengumpulkan zakat fithrah ), boleh diserahkan tiga,dua atau satu hari sebelum hari raya ‘iedul fitri. ( dalil : 6 dan 7 )
6. Zakat fithrah disyari’atkan untuk membersihkan pelaksanaan shaum Ramadhan dari perbuatan sia-sia dan perkataan keji di waktu shaum. (dalil : 3 )


HUKUM MENGELUARKAN ZAKAT HARTA DALAM BENTUK MAKANAN, PAKAIAN ATAU SELAINNYA


Oleh
Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin




Pertanyaan
Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin ditanya : Bolehkah mengeluarkan zakat harta (mal) dalam bentuk lain, seperti makanan, pakaian atau selainnya yang dibeli dan diberikan kepada orang-orang yang berhak menerima zakat? Dan apakah boleh mengeluarkan sebagian darinya untuk kaum kerabat, dan apakah derajat kekerabatan itu?

Jawaban
Sebaiknya mengeluarkan zakat harta dari jenisnya itu sendiri, kecuali harta perdagangan yang dinilai dan dikeluarkan zakat nilainya dalam bentuk uang. Tetapi jika muzakki (orang yang berzakat) memandang perlu untuk membeli kebutuhan pokok dengan zakat tersebut untuk fakir miskin, seperti pakaian, nafkah dan perabot, sedangkan ia membutuhkannya, maka diperbolehkan. Kemudian zakat tersebut diberikan kepada pihak penerima zakat yang telah disebutkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, walaupun mereka kerabat

“Artinya : Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana” [At-Taubah : 60]

Bahkan diutamakan memberikan kepada kerabat, jika ia sangat membutuhkannya, selama bukan karena pemihakan (nepotisme) dan lebih mengkhhususkannya ketimbang orang lain yang lebih berhak daripadanya.

Tidak boleh memberikan zakat kepada ahli waris muzakki dan tidak boleh pula diberikan kepada asal keturunannya berikut cabangnya, seperti ayah, ibu, kakek, nenek, anak dan seterusnya.

[Disalin dari buku Fatawa Az-Zakah, edisi Indonesia Fatwa Seputar Zakat, Penyusun Muhammad Al-Musnid, Penerjemah Ahmad Syaikhu, Sag, Penebit Darul Haq, Cetakan I Sya’ban 1424H]



SYARAT UMUM WAJIB MENGELUARKAN ZAKAT

Islam; Zakat hanya diwajibkan bagi orang Islam saja.
Merdeka; Hamba sahaya tidak wajib mengeluarkan zakat kecuali zakat fitrah, sedangkan tuannya wajib mengeluarkannya. Di masa sekarang persoalan hamba sahaya tidak ada lagi. Bagaimanapun syarat merdeka tetap harus dicantumkan sebagai salah satu syarat wajib mengeluarkan zakat karena persoalan hamba sahaya ini merupakan salah satu syarat yang tetap ada.

Milik Sepenuhnya; Harta yang akan dizakati hendaknya milik sepenuhnya seorang yang beragama Islam dan harus merdeka. Bagi harta yang bekerjasama antara orang Islam dengan orang bukan Islam, maka hanya harta orang Islam saja yang dikeluarkan zakatnya.

Cukup Haul; cukup haul maksudnya harta tersebut dimiliki genap setahun, selama 354 hari menurut tanggalan hijrah atau 365 hari menurut tanggalan mashehi.

cukup Nisab; Nisab adalah nilai minimal sesuatu harta yang wajib dikeluarkan zakatnya. Kebanyakan standar zakat harta (mal) menggunakan nilai harga emas saat ini, jumlahnya sebanyak 85 gram. Nilai emas dijadikan ukuran nisab untuk menghitung zakat uang simpanan, emas, saham, perniagaan, pendapatan dan uang dana pensiun.

Label:

posted by movistar_210204 @ 9/23/2008 09:03:00 PM   0 comments
RAMADHAN
RAMADHAN: BULAN MENSUCIKAN DIRI
Pada dasarnya, bulan Ramadhan mampu mengubah persepsi dan perilaku seorang muslim sedemikian rupa. Orang fasik menjadi malu menampakkan kefasikannya; orang munafik menjadi enggan mempertontonkan kemunafikannya; orang zalim pun mengurangi intensitas kezalimannya. Orang shaleh makin bersemangat menambah amal baiknya daripada bulan-bulan lainnya. Mesjid-mesjid, majelis taklim, forum-forum kajian keislaman, dan sejenisnya penuh sesak dipadati oleh kaum Muslim. Fenomena seperti ini tidak hanya kita temukan di lingkungan masyarakat secara umum, bahkan di kalangan para pejabat dan selebritis pun menampakkan hal yang sama. Media massa pun tidak ketinggalan, terutama televisi, menayangkan acara-acara yang bernuansa bulan Ramadhan, mengurangi tayangan-tayangan yang menjurus pada pornografi dan kekerasan. Kaum Muslim menyadari, bahwa bulan Ramadhan merupakan momentum yang tepat untuk mensucikan diri (tazkiyatu an-nafs), sehingga di bulan ini mampu tercipta atmosfir keimanan, suasana kebaikan, dan perasaan yang peka terhadap ajaran-ajaran Islam. Namun sayang, fenomena ini hanya ada di bulan Ramadhan saja. Bulan berikutnya, pasca Ramadhan, kembali bergelimang dengan dosa; tidak takut mendemonstrasikan kefasikan, kemunafikan, dan kezaliman; tidak takut kepada murka dan adzab Allah. Kalau begitu, apa pengaruh bulan Ramadhan bagi kita? Bukankah kalau bulan Ramadhan kita jadikan sebagai momentum untuk mensucikan diri, maka pasca Ramadhan mestinya kita bagaikan terlahir kembali, kembali suci? Pasca Ramadhan mestinya ketakwaan seorang Muslim akan semakin bertambah. Ketaqwaan yang lahir dari ketundukan kita pada perintah Allah dan penghindaran diri kita dari perkara yang diharamkan Allah SWT. Allah SWT berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (Qs. al-Baqarah [2]: 183).

Kekeliruan Memahami Tazkiyatu an-Nafs
Ketika Ramadhan datang, banyak orang berlomba-lomba untuk beribadah dan melakukan perbuatan baik. Sayangnya, ketika Ramadhan telah usai, banyak orang kembali melakukan kemaksiyatan dan kedzaliman. Fenomena tersebut senantiasa berulang dan berulang terus setiap tahun. Akibatnya, Ramadhan sebagai bulan mensucikan diri (tazkiyatu an-nafs) hampir kehilangan maknanya. Sebab, bulan Ramadhan tidak berimplikasi pada peningkatan ketakwaan maupun ketundukkan terhadap syari’at Allah pada diri seorang Muslim dan masyarakat umum di bulan-bulan yang lain. Secara umum, tampaknya ada kekeliruan dalam memahami tazkiyatu an-nafs, dan kekeliruan ini telah berimplikasi pada anggapan-anggapan berikut ini:
Pertama, pensucian diri hanya pada bulan Ramadhan. Selama bulan Ramadhan kita sanggup menjalankan ketaatan kepada Allah sedemikian rupa, dan sanggup dengan sedemikian rupa pula meninggalkan segala kemaksiatan. Namun pasca Ramadhan kesanggupan tersebut seakan menguap, ketaatan kepada Allah pun surut dan berpaling menuju ketaatan kepada thagut (na’udzubillah).

Kedua, pensucian diri dilakukan dengan ketakwaan yang bersifat individual dan mengabaikan ketakwaan yang total. Aktivitas tazkiyatu an-nafs dianggap sebagai aktivitas jiwa yang menenangkan hati, Sehingga “wajar”lah upaya pensucian diri ini baru mengarah pada perbaikan diri sendiri saja, dengan miningkatkan ketakwaan yang bersifat individual, misalnya memperbanyak ibadah ritual, sholat tarawih, baca al-Qur’an, banyak berdzikir, melatih kesabaran, tidak berbohong, tidak menggunjingkan orang, dan yang semisalnya, yang semuanya terkategori dalam hubungan kita dengan Allah dan hubungan dengan diri kita sendiri. Sedangkan untuk hukum-hukum kemasyarakatan, seperti politik, ekonomi, pendidikan, dan lain-lain tetap diabaikan. Sehingga pensucian diri ini baru berimplikasi pada perbaikan individu (dan ini pun hanya di bulan Ramadhan saja) dan tidak berimplikasi pada terjadinya perubahan mendasar di masyarakat secara keseluruhan.

Makna Tazkiyatu an-Nafs
Tazkiyatu an-Nafs secara bahasa terdiri dari dua kata, yaitu Tazkiyah dan an-Nafs. Kata tazkiyah berasal dari pecahan kata: zakka–yazukku–tazkiyah, yang berarti membayar, mensucikan. An-Nafs, bentuk pluralnya al-anfus atau an-nufus, yang berarti jiwa, hati, dan diri seseorang. Menurut istilah, batasan nafsu selalu dikaitkan dengan ruh dan jasad. Sebab, keduanya merupakan unsur pembentuk manusia. Sedangkan Ibn Qayyim, setelah mengemukakan pandangan berbagai kalangan tentang nafsu, berkesimpulan bahwa nafsu merupakan sumber pengetahuan akal. Tazkiyatu an-Nafs sendiri secara istilah adalah mensucikan jiwa (diri) kita dengan Islam. Menurut Said Hawwa yang disyarah dari kitab Ihyâ’ ‘Ulûm ad-Dîn karya Imam al-Ghazali, tazkiyatu an-nafs adalah membersihkan jiwa dari kemusyrikan dan cabang-cabangnya, merealisasikan kesuciannya dengan tauhid dan cabang-cabangnya, dan menjadikan nama-nama Allah yang baik sebagai akhlaknya, di samping ubudiyah yang sempurna kepada Allah SWT dengan membebaskan diri dari pengakuan rububiyah.

Pangkal Kekeliruan dan Pelurusannya
Pengaruh Filsafat
Secara umum telah ada kekeliruan dalam memahami an-nafsu, sehingga berimplikasi besar pula pada kekeliruan upaya penanganan an-nafsu, misalnya pada upaya tazkiyatu an-nafs. Satu kesalahan besar yang dilakukan oleh filsafat Barat dan Yunani selama beabad-abad adalah uraian mereka bahwa manusia terdiri dari ruh dan jasmani. Menurut mereka ruh adalah bagian dari Tuhan. Manakala ruh itu dominan dalam diri seseorang, dia akan menjadi manusia yang baik karena mendekati sifat-sifat ketuhanan. Sebaliknya manakala yang dominan jasmaninya, manusia menjadi buruk sifatnya. Sehingga untuk menjadi baik maka aspek ruh harus ditingkatkan dan meminimalisir aspek jasmani, misalnya dengan melaparkan diri (puasa). Pemahaman filsafat tadi banyak mempengaruhi kaum Muslim, dan berpengaruh besar pada cara pandang mereka terhadap pemahaman Islam. Termasuk dalam memahami an-nafsu. Berangkat dari pemahaman filsafat bahwa manusia terdiri dari ruh yang membawa potensi baik, dan jasmani yang berpotensi buruk, menurut Ibn al-Arabi, an-nafsu berkaitan dengan jasmani, dia adalah kekuatan syahwat yang merupakan sumber sifat-sifat tercela. Sehingga kalau ingin menghilangkan sifat-sifat
tercela pada diri seorang manusia, maka an-nafsu ini harus dihilangkan pula, yaitu dengan mengeliminir sisi jasmani pada dirinya, agar aspek ruh menguat, dan salah satu caranya adalah dengan membuat lapar jasmani (berpuasa). Sehingga mereka menganggap bahwa bulan Ramadhan adalah ajang meningkatkan sisi ruh agar sisi baiknya menguat, yaitu dengan melemahkan pengaruh jasmani, dengan mengurangi makan dan minum, dan mengurangi hubungan seksual. Padahal ruh (bukan ruh sebagai sirul hayah) dalam pembahasan ini bukanlah bagian yang ada dalam diri manusia, tetapi merupakan sifat dari luar yang diinginkan manusia agar bisa mempengaruhi perbuatannya. Dan ini terjadi bukan hanya pada saat pengaruh jasmani pada diri manusia tersebut melemah, akan tetapi bisa terjadi kapan saja, dan bahkan harus diadakan setiap saat. Ruh ini hanya bisa terwujud manakala manusia menyetir perbuatannya dengan aturan dari Allah SWT, karena ruh adalah kesadaran hubungan manusia dengan Allah. Allah SWT berfirman:

“Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu, dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya.” (Qs. al-A’râf [7]: 3).

An-Nafs sendiri bukanlah kekuatan syahwat yang merupakan sumber sifat-sifat tercela. Nafsu adalah fitrah manusia yang bersifat netral. Allah SWT berfirman:

“Demi jiwa (nafsu) serta penyempurnaan (ciptaan)-Nya. Allah mengilhamkan pada jiwa itu jalan kefasikan dan ketakwaan.” (Qs. asy-Syams [91]: 7-10).

Artinya nafsu itu sendiri pada dasarnya fitrah yang bisa baik dan buruk atau taat dan maksiat. Ia akan menjadi baik apabila dia berupaya menghadirkan ruh di dalamnya, artinya dia mengaitkan nafsu ini dengan kesadaran hubungannya dengan Allah, demikian pula sebaliknya. Oleh karena itu bagi orang yang memiliki ruh dalam arti kesadaran hubungannya dengan Allah, maka pada hakikatnya nafsunya bahkan seluruh perbuatannya, setiap saat, akan selalu berada dalam daerah hukum Allah SWT. Ketika berada di bulan Ramadhan, kita meningkatkan ketakwaan kita, maka pasca Ramadhan pun demikian, bahkan akan lebih meningkat lagi. Sebab, kita telah digembleng selama 1 bulan penuh, sehingga kita telah terlatih untuk senantiasa meningkatkan keimanan dan keterikatan terhadap hukum syara, dan meyakini bahwa Allah SWT akan memberikan pahala dan siksa atas seluruh perbuatan, baik besar maupun. Sehingga, setiap perbuatan baik yang terkait hubungan dengan Allah, hubungan dengan diri sendiri, dan hubungan dengan manusia lain akan selalu diikatkan dengan syari’at Allah dan RasulNya. Akibatnya, ia tidak hanya mencukupkan diri dengan beribadah dan beramal sebatas individual dan ritual saja, tetapi juga yang terkait dengan hubungan kemasyarakatan, seperti ekonomi, sosial, pendidikan, dan politik, akan dijalankan juga sesuai syari’at Islam, dan jika belum dapat terwujud maka akan berusaha keras mewujudkannya. Sebab, ia menyadari sepenuhnya bahwa ini adalah bagian dari tanggung jawab dirinya sebagai seorang muslim yang harus senantiasa menghadirkan ruh (kesadaran hubungan dengan Allah) pada seluruh aspek kehidupannya; yakni dengan cara menegakkan syari’at Allah. Semua itu senantiasa dilakukan, baik di bulan Ramadhan maupun pasca Ramadhan; bahkan sepanjang hidupnya.

Pengaruh Ide Sekularisme
Meskipun dalam konteks historis, kelahiran sekularisme merupakan bagian dari sejarah feodalisme dan dominasi gereja pada abad pertengahan di Eropa, namun dalam perkembangannya telah menyebar di seluruh belahan dunia, termasuk di dunia Islam. Awalnya sekularisme hanya berbicara tentang hubungan antara agama dan negara, namun dalam perkembangannya pula semangat sekularisme tumbuh dan berbiak ke segala lini kehidupan. Saat ini sekularisme di dunia Islam bukanlah menjadi sesuatu yang asing lagi. Perkembangan sekularisme sudah seperti gurita yang telah menyebar dan membelit kemana-mana. Hampir tidak ada sisi kehidupan umat ini yang terlepas dari cengkeramannya. Akibatnya umat sudah tidak menyadarinya lagi. Inti dari paham sekularisme adalah pemisahan agama dari kehidupan. Agama tidak boleh berperanan aktif dalam kehidupan masyarakat dan kenegaraan. Agama masih direduksi sedemikian rupa hingga tinggal di relung-relung individu, dan kisaran aktivitas individual dan ritual saja. Akibatnya, ketika kehidupan telah dikepung dengan krisis multidimensional, tatanan ekonomi kapitalistik, perilaku politik yang oportunistik, budaya hedonistik, sikap sosial egoistik dan individualistik, dan paradigma pendidikan yang materialistik, maka cara pandang terhadap solusi permasalahannya bukan diarahkan untuk menjadikan agama Islam sebagai way of life di seluruh aspek kehidupan, akan tetapi, kebanyakan orang hanya berusaha memperbaiki dirinya sendiri secara individual untuk lebih mendekatkan diri pada Ilahi. Semua kondisi buruk yang mengepungnya dianggap sebagai suatu “dinamika” kehidupan yang sudah tidak dapat ditawar lagi. Sekalipun ketika hal itu telah menjadikan dirinya sulit mendapatkan ketenangan dan ketentraman, menjadikan hatinya sangat kering dan gersang, namun dia merasa cukup dengan hanya mencari kedamaian hati untuk dirinya sendiri saja, tidak merasa perlu untuk memikirkan orang lain di luar dirinya. Lebih dari itu, ia tidak merasa perlu untuk memikirkan kondisi masyarakat yang ada, apa lagi untuk melakukan upaya perubahan secara utuh. Padahal, Allah telah memerintahkan kita untuk terikat kepada hukum syara’, bukan hanya untuk aktivitas individual dan ritual saja, akan tetapi juga untuk seluruh aspek kehidupan, termasuk hubungan antar manusia dalam masyarakat dan negara. Allah SWT berfirman:

“Hukumlah diantara mereka dengan apa saja yang Allah turunkan, dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu mereka (dengan meninggalkan) kebenaran yang telah datang kepadamu.” (Qs. al-Mâ’idah [5] :48).

Pemahaman yang Sempit Terhadap Dalil
Kekeliruan memahami tazkiyatu an-nafs kemungkinan juga disebabkan karena pemahaman yang sempit terhadap dalil-dalil syara' yang berhubungan dengan tazkiyatu an-nafs. Sesungguhnya, Allah SWT memerintahkan setiap Muslim untuk membersihkan qalbunya. Sebab isi qalbu akan dihisab oleh Allah. Abu Hurairah ra menuturkan, Rasulullah Saw bersabda:

“Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk tubuh kalian dan tidak pula rupa kalian, tetapi Allah melihat qalbu kalian.” [HR.Muslim].

Di dalam hadits lain juga dituturkan:

“Dalam diri manusia ada qalbu, bila qalbu itu baik, maka baiklah seluruh jasadnya, bila qalbu rusak maka rusaklah seluruh jasadnya.”

Dari nash di atas, jelas, bahwa seorang muslim diperintahkan untuk senantiasa membersihkan qalbunya. Sebab, baik tidaknya seseorang bergantung pada baik dan tidak qalbunya. Hanya saja, ada kesalahpahaman dalam memberikan makna terhadap qalbu ini. Qalbu sering diartikan sebagai hati atau jiwa, sehingga upaya membersihkan qalbu sering dipahami sebagai upaya membersihkan hati, dan arahannya sangat individual. Padahal, al-Qur’an sendiri menggunakan istilah qalbu dengan makna yang beranekaragam dan tidak keluar dari cakupan makna bahasa tersebut. Makna qalbu berdasarkan al-Qur’an, antara lain:

Pertama, makna qalbu berkaitan dengan akal, pemahaman, dan pemikiran. Allah SWT berfirman:

“Mereka mempunyai qalbu (qulub) tetapi tidak dipergunakan untuk memahami ayat-ayat Allah.” (Qs. al-A’râf [7]: 179).

Dalam ayat tersebut, qalbu bermakna akal (pemahaman) yang mesti digunakan untuk memahami ayat-ayat atau tanda-tanda kebesaran Allah.

Kedua, qalbu bermakna tempat perasaan. Misalnya: tempat kekhusyuan
(Qs. al-Hadîd [57]: 16); tempat perasaan terguncang (Qs. al-Anfâl [6]: 3). Diantara arti penting qalbu sebagai tempat perasaan: qalbu sebagai tempat iman dan takwa:

“Mereka itulah yang dituliskan di dalam qalbu mereka iman.” (Qs. al-Mujâdilah [58]: 22).

Jelaslah, bahwa makna qalbu mencakup akal pikiran dan perasaan. Oleh karena itu, upaya untuk membersihkan qalbu berarti menjaga agar akal pikiran dan perasaannya senantiasa sesuai dengan aturan Allah SWT dan bersih dari aturan thagut. Dan hal ini tidak cukup dengan hanya melalui dzikir dan ibadah ritual saja, namun haruslah diawali dengan keimanan yang shahih lewat proses berfikir yang jernih, disertai dengan ilmu dan penerapan hukum-hukum Allah secara menyeluruh (diri pribadi, politik, ekonomi, negara, dan sebagainya) sebagai cerminan ketakwaan seseorang. Dan hal ini senantiasa dilakukan sepanjang masa, baik di bulan Ramadhan maupun pasca Ramadhan. Sehingga jelas kelirulah anggapan bahwa pembersihan qalbu ataupun pensucian diri cukup dilakukan pada bulan Ramadhan saja. Terlebih lagi ketika ternyata anggapan tersebut hanya berlandaskan pada salah satu hadits, telah bersabda Rasulullah Saw:

“Siapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan karena keimanan dan mengharapkan keridhaan Allah, akan diampuni dosa-dosanya terdahulu.”

Padahal syari’at Allah bukan hanya puasa atau aktifitas individual dan ibadah ritual semata, tetapi ada juga syari’at kemasyarakatan dan kenegaraan, dan perintah untuk terikat pada Syari’atNya bukan hanya untuk di bulan Ramadhan saja, tetapi juga di bulan-bulan selainnya.

Metode Shahih Tazkiyatu an-Nafs
Dari pemaparan di atas jelaslah bahwa makna an-nafs itu sangat luas, tidak dibatasi pada hal yang bersifat individual semata. Atas dasar itu, upaya untuk tazkiyatu an-nafs pun tidak boleh dibatasi pada aktifitas individual atau ibadah ritual saja, dan terlebih lagi tidak dibatasi hanya pada saat bulan Ramadhan saja. Sebab, secara umum telah ada kekeliruan dalam memahami makna tazkiyatu an-nafs, dan kekeliruan ini telah berimplikasi pada kekurangpedulian terhadap kondisi masyarakat, karena kita terlalu sibuk memikirkan diri sendiri, dan hanya memikirkan upaya membersihkan atau memperbaiki diri pribadi, dan tidak merasa bertanggungjawab dengan kondisi masyarakat yang semakin jauh dari penerapan syari’at Islam. Dengan demikian sudah seharusnya kita memahami bagaimana metode shahih bagi tazkiyatu an-nafs itu sendiri.

Berdasarkan pada Aqliyah Islamiyyah
Pada penjelasan sebelumnya telah dijelaskan bahwa nafsu pada dasarnya fitrah yang bisa menjadi baik atau buruk. Karena itu, nafsu harus dibentuk dan dibimbing agar tetap menjadi baik dan benar, yaitu dengan selalu mengikatkannya dengan seluruh syari’at Allah dan RasulNya. Hal ini tidak bisa diraih kecuali dengan meningkatkan tsaqâfah Islamiyah. Setiap Muslim mutlak membimbing pemikiran-pemikirannya dengan tsaqâfah Islam, dengan suatu pembelajaran yang menjadikan pikirannya menyatu dengan perasaannya. Dengan begitu, selain akan membersihkan dirinya secara individu dengan meningkatkan ibadah ritual, dan menghiasi diri dengan akhlaq terpuji, lebih jauh lagi, di dalam dirinya akan terbentuk api yang membakar kezaliman, kemaksiatan, kefasikan, kekufuran, dan segala dosa; sekaligus menjadi cahaya yang menunjuki masyarakat kepada hidayah dan risalah agung ini (Islam) hingga Islam diterapkan bukan hanya pada diri sendiri melainkan di tengah-tengah masyarakat secara total.

Taubah yang Hakiki dan Ketakwaan yang Total
Keberadaan kaum Muslim di dalam sistem kufur sekarang ini telah membuat mereka sangat sulit melaksanakan syari’at Islam, bahkan untuk skala individu sekalipun. Banyak kemaksiatan di sekeliling kita. Seandainya benteng keimanan kita lemah, tidak mustahil kemaksiyatan itu akan menyebar masuk ke dalam rumah-rumah kita, bahkan pada diri kita (na’udzubillah). Oleh karena itu, ketika kemaksiyatan itu sulit untuk dihindari, maka kita harus segera bertaubat dengan taubat yang hakiki. Taubat mesti dilakukan dengan cara memperbanyak istighfar, memohon ampunan Allah akan kelemahan dan ketidakberdayaan kita, menyesali perbuatan masa lampau, dan bertekad serta
~85~
Fikih Puasa Praktis: Berpuasa Seperti Rasulullah Shalalahu Alaihi Wassalam
memohon dikuatkan tekad kita untuk tidak pernah mengulanginya lagi. Hanya saja, kita menyadari sepenuhnya, jika kita hanya mengandalkan pada benteng individu saja, ini sangatlah sulit. Oleh karena itu, kita membutuhkan institusi yang akan senantiasa menjaga masyarakat untuk tetap berada pada koridor syari’atNya. Untuk mewujudkan hal ini, kita pun akan berjuang keras demi tegaknya institusi yang akan menegakkan syari’at Islam di tengah-tengah masyarakat. Institusi itu adalah Khilafah Islamiyyah.

Kehidupan Ramadhan dan Pasca Ramadhan di Masa Rassulullah Saw dan Para Sahabat
Ramadhan sebagai bulan untuk mensucikan diri, dimana target yang kita harapkan adalah bertambahnya ketakwaan. Diharapkan ketakwaan tersebut akan tetap tercermin pula dalam kehidupan pasca Ramadhan. Tidakkah kita mau bercermin pada kehidupan para sahabat Rasulullah Saw sebagai generasi terbaik yang pernah dimiliki umat manusia? Kita bisa menyaksikan bagaimana atmosfir keimanan di tengah-tengah mereka pada bulan-bulan selain Ramadhan senantiasa terpelihara seperti halnya pada bulan Ramadhan. Ketaatan mereka pada Allah dan RasulNya pun bersifat kontinyu dan tidak berubah. Aktivitas sosial, pemerintahan, dan kenegaraan, politik luar negeri, dan peperangan selama bulan Ramadhan tidaklah surut, seperti halnya di bulan-bulan yang lain. Rasulullah dan para sahabatnya atau generasi kaum Muslim terdahulu tidak mengendurkan jihad fi sabîlillâh, apalagi beristirahat selama bulan Ramadhan untuk memfokuskan diri hanya dengan amal-amal ibadah di dalam mesjid belaka. Sungguh, mereka tidak seperti itu. Peristiwa-peristiwa sejarah, seperti Perang Badar Kubra, pembebasan kota Makkah (fathu Makkah), pertempuran di ‘Ain Jalut melawan tentara Romawi, dan lain-lain, semua itu terjadi pada bulan Ramadhan. Ini berarti, bahwa aktivitas kemasyarakatan dan kenegaraan pada masa Rasulullah Saw dan pada masa Kekhilafahan Islam berlangsung sebagaimana adanya, baik pada bulan Ramadhan maupun selain Ramadhan. Mereka konsisten untuk melaksanakan aktivitas kemasyarakat dan kenegaraan sesuai dengan hukum Allah, baik di bulan Ramadhan maupun di luar bulan Ramadhan. Suasana dan atmosfir keimanan ada di sepanjang tahun, bukan hanya pada bulan Ramadhan saja. Akibatnya, seakan-akan sepanjang tahun adalah Ramadhan. Semua ini bisa terwujud, karena, negara Khilafah telah menjadikan Islam sebagai asas pemerintahan dan kehidupan masyarakatnya. Tidak hanya itu saja, negara Khilafah juga menunjukkan peranan besarnya dalam menjaga ketakwaan masyarakat. Sistem hukum Islam menjadi pilar dasar seluruh interaksi kehidupan masyarakat dan para pemimpinnya. Sedangkan akidah Islam menaungi seluruh kehidupan umat.

Label:

posted by movistar_210204 @ 9/23/2008 08:52:00 PM   0 comments
Jumat, 19 September 2008
SYARAT JADI ADMIN MIG33
Buat teman-teman yang tertarik untuk menjadi admin mig33 ini adalah beberapa syarat untuk menjadi admin mig33 :

1 Menggunakan mig33 minimal selama 6 bulan.
2. Tidak pernah dibanned atau ditendang oleh admin dari chatrooms.
3. Mempunyai kelakuan baik di dalam room.
4. Online minimal 5 jam perhari selama 6 bulan.
5. Tidak pernah melakukan tindakan yang merugikan mig33
6. Hanya mempunyai 1 id atau nick
7. Mendapatkan rekomendasi dari admin atau staf mig.
8. Tidak pernah menggunakan flud atau hang code didalam chatroom.

Nah kalau teman-teman merasa memenuhi syarat-syarat tadi silahkan kirim email ke contact@mig33.com dan tuliskan bahwa kalian tertarik dan berminat menjadi admin. Apabila mig33 team telah chek data kamu dan merasa kamu memenuhi syarat awal tadi maka kamu akan dipantau beberapa waktu oleh mig33 team. Lalu akan di interview dan jika kamu beruntung maka mig33 team akan memilih kamu menjadi admin

ni info gw dapet dari mas tanto_22,thx

Label:

posted by movistar_210204 @ 9/19/2008 10:56:00 AM   0 comments
new admin mig33
.
1 tareq263 (Bangladesh)
2. miss_jaguar (South africa)
3. stalin_dark (Bangladesh)
4. silent_wishes ( South Africa )
5. shaikh_mahmud (Bangladesh)
6. vampzz (Pakistan)
7. gacollomps (Paraguay)
8. Sly-sista (South Africa)
9. king-0f-hearts (India)
10. avinash4u (India)
11. stayhot-001 ( Pakistan )
12. kyk-net (South Africa)
13. gunnjack (Kenya)
14. muneez04 (Maldives)
15. freakitude (India)
16. ryvil (Maldives)
17. westlife0007 (Egypt)
18. king_t0_rule (india)
19. enstine (Maldives)
20. satchmo83 (Sebia)
21. the_ripper ( Indonesia )
22. tanto_22 ( Indonesia )
23. aden13 ( Indonesia )
24. zincpto ( Indonesia )
25. lord99 ( Sudan )
26. indah-suria ( Brunei )
27. vodo0 ( Brunei )


NEW MIG33 ADMINS

1. k-e-e-n(Philippines)
2. care-t0-inspire(Philippines)
3. camhe22(Philippines)
4. dot.care(Indonesia)
5. fanta.fofo(Egypt)
6. mystic_shadow(Indonesia)
7. icarus777(Indonesia)
8. little_sawa(Indonesia)
9. cristin-14 (forum super moderator) (Namibia)
10. ask-vinay(India)
11. nikshay_(India)
12. crime_patrol(Russia)
13. h0t_r0d(Pakistan)
14. precious_pious(Pakistan)
15. thaath12(Maldives)
16. metalfist(Maldives)
17. drvoje(Serbia)
18. estibex(Sudan)
19. foxyv(South Africa)
20. albeity123(Kenya)
21. racinhart(Kenya)

NEW ADMINS

Indonesia

1.Radixal
2.Reihan91
3.Pricillia_fairy
4.The_kad
5.Pink2_cute
6.Soekarno
7.Dimerzio
8.Stravinsky
9.Lapendosol

South Africa

1.Mr_unfair59
2.Kingmanene
3.Compassion
4.Lil_match_gal
5.Cranky1
6.Kitkatbear

Oman

1.Najaufo

UAE

1.Pepoamt

Egypt

1.Galhoum

Brunei

1.Naga70
2.ms.foxcy

Kenya

1.Babu_g77

Australia

1.Misteriouscute

Label:

posted by movistar_210204 @ 9/19/2008 10:02:00 AM   0 comments
Ads here!!! Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat. Ut wisi enim ad minim veniam,
 
About Me

Name: movistar_210204
Home:
About Me: not special
See my complete profile
Previous Post
Archives
Template by
Blogger templates